Wisuda TKIT, SMPIT & SMAIT Al-Madinah 2011

Hari Sabtu, tanggal 18 Juni 2011,  jam 9 pagi, di Aula SIT Al-Madinah mengadakan agenda tetap tahunan yaitu wisuda TKIT, SMPIT dan SMAIT Al-Madinah TP 2010/2011. Sebuah acara yang setiap tahun dilakukan, dikenang, akhirnya akan terhapus oleh acara perpisahan berikutnya. Begitu seterusnya. Acara wisuda kali ini tidak jauh berbeda dari tahun sebelumnya. Bapak Ibu guru yang biasanya tampil sederhana dengan seragam mengajarnya, kini tampil lebih segar dengan baju batik. Siswa-siswa pun untuk terakhir kalinya memakai seragam khas batik SIT Al-Madinah. Siswa yang biasanya tidak rapi untuk pertama kalinya tak perlu di ingatkan untuk memasukkan bajunya. Tak perlu panjang lebar hanya untuk memakai sabuk ikat pinggangnya. Siswa yang berbadan tambun pun tampak rapi dengan baju dimasukkan lengkap dengan ikat pinggang hitamnya.
Sambutan-sambutan yang disampaikan di atas podium menggetarkan hati kami, sampai saat Bapak R. Agus Sriyanto selaku ketua YPI Ar-Rohman  tampil ke atas podium dan menyampaikan untaian kata hatinya. Kata-kata yang disampaikan Pak Agus benar-benar menyentuh perasaan kami. Kata-kata bijak yang memperkokoh keyakinan kami akan pilihan hidup untuk menjadi seorang guru. Kata-kata yang sarat makna itu mampu merobohkan benteng ketegaran yang coba kami tahan di dalam mata kami.

Teringat kata bijak yang di ungkapkan oleh seorang pembicara

Seorang guru, ibarat mengibarkan bendera-bendera ke angkasa. Bendera itu adalah murid-murid kita. Kibarkanlah bendera itu setinggi-tingginya hingga sampai ke puncak kejayaan. Jangan berkecil hati jika suatu saat sang pengibar bendera itu pun aka menghormati bendera yang dikibarkannya.
Jika anak-anak didik kita lupa pada gurunya, lupa pada orang yang hafal namanya, yang hafal nilai-nilainya, bahkan hafal nomor plat motornya, maka mungkin kita jugalah yang telah melupakan guru-guru kita.

Ketika lagu “Pahlawan Tanpa Tanda Jasa” di lantunkan dengan iringan musik yang merdu…tetes air mata semakin deras mengalir………..

Terpujilah wahai engkau ibu bapak guru
Namamu akan selalu hidup dalam sanubariku
Semua baktimu akan kuukir di dalam hatiku
Sbagai prasasti terima kasihku
Tuk pengaabdianmu..
Engkau s’bagai pelita dalam kegelapan
Engkau patriot pahlawan bangsa
Tanpa tanda jasa.

Lagu ini, setiap tahun dinyanyikan, dan siswa selalu tak dapat menahan air mata. Tetesan air mata masih membekas hingga acara ditutup dengan bersalam-salaman.

Selamat Berkarya wahai wisudawan dan wisudawati SIT Al-Madinah. Sukses selalu untuk kalian semua, Ingatlah selalu akan ajaran dan nasihat guru-guru kalian di SIT Al-Madinah

Tinggalkan Respon